PALUI

PALUI – KALIMANTAN TENGAH

Alkisah, di sebuah kampung di daerah Kalimantan Tengah hiduplah sebuah keluarga. Untuk menghidupi keluarganya, sang Ayah mencari ikan di sungai. Dalam mencari ikan, sang Ayah biasanya dibantu anak sulungnya yang bernama Palui. Suatu hari, sang Ayah sakit sehingga untuk mencari ikan, Palui harus berangkat ke sendiri sungai.

Sesampainya di sungai, Palui segera memasang jaringnya. Setelah beberapa lama menunggu, kemudian ia turun ke sungai untuk memeriksa jaringnya. Usai diperiksa, ternyata jaringnya masih kosong. Palui memasang kembali jaringnya kemudian menunggu lebih lama dengan harapan agar bisa memperoleh ikan yang lebih banya. Namun setelah beberapa lama ditunggu, tak ada seekor ikan pun yang terperangkap ke dalam jaringnya.

Oleh karena kesal dan kecewa, akhirnya Palui memutuskan untuk berhenti memancing dan ingin beristirahat sejenak di bawah pohon beringin. Tengah asyik menikmati sejuknya hawa dingin di bawah pohon itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh buah beringin yang jatuh menimpa dirinya. Ketika menengadah ke atas pohon, ia melihat buah beringin yang sangat lebat. Saat mengalihkan pandangannya, tiba-tiba ranting-ranting pohon itu bergerak-gerak.

Setelah diamati dengan seksama, ia melihat beraneka ragam burung  sedang makan buah beringin. Kemudian timbul dalam benak Palui untuk menangkap kawanan burung tersebut. Dengan penuh semangat, Palui pun segera memanjat pohon itu sambil jaring ikannya. Palui terus memanjat naik tinggi ke atas pohon dan segera memasang jaringnya mengitari ranting-ranting  yang berbuah lebat. Setelah yakin bahwa jaringnya telah dipasang dengan kuat, ia pun turun dari pohon dan pulang.

Dua hari kemudian, Palui kembali ke pohon beringin tersebut dan sesuai dugaan, banyak burung yang terperangkap di dalam jaringnya. Mulanya, Palui berniat membunuh kawanan burung tersebut tapi ia mengurungkan niat tersebut. Kemudian muncul ide untuk memelihara burung-burung tersebut. Palui memotong-motong tali yang dibawanya lalu diikatkan pada kaki burung tersebut satu per satu kemudian unjung tali lainnya diikatkan pada pinggangnya.

Sementara mengikat burung yang lain, beberapa burung yang sudah terikat mulai mengepak-ngepakkan sayapnya dan lama kelamaan membawa Palui terbang. Semakin lama Palui bersama kawanan burung tersebut terbang semakin tinggi. Palui pun merasa sangat gembira, ia meminta kawanan burung tersebut untuk menurunkannya di halaman rumahnya. Tapi kawanan burung itu tetap membawanya berputar-putar di atas rumah-rumah penduduk.

Palui pun mulai panik, ibunya yang mendengar teriakannya segera keluar dari rumah dan menyuruh Palui untuk melepaskan tali yang mengikat kaki burung-burung itu satu per satu. Palui pun menuruti yang dikatakan ibunya. Akhirnya Palui dan beberapa burung yang tersisa jatuh di halaman rumahnya. Kemudian Palui meminta izin ibunya untuk menyembelih sisa burung tangkapannya untuk dijadikan hidangan makan sekeluarga. Pada akhirnya, Palui sekeluarga makan hidangan burung tangkapannya selama beberapa hari.

Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi:
031-843 8940
0851 0275 1313 (Phone & SMS)
0856 9474 1313 (SMS ONLY)

PT Karya Mas Makmur
JL Rungkut Industri 2 / 53
Surabaya – Jawa Timur
Email: info@karyamasmakmur.com
Website: www.tehvilla.com
Instagram: www.instagram.com/tehvillaindonesia/
Facebook: www.facebook.com/TehVillaIndonesia/